ADMINISTRASI
PENDIDIKAN
Pengertian
Administrasi Pendidikan
Adminstrasi
Pendidikan Adalah
Ø Aplikasi administrasi dalam bidang pendidikan
Ø Rangkaian kegiatan/keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama
sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan yang umumnya diselenggarakan
dalam lingkungan tertentu, terutama dalam pendidikan formal (Nawawi : 1998)
Ø Segenap proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu, baik
personil, material, spiritual yang bersangkutan/bersangkut paut dengan
pencapaian tujuan pendidikan (Purwanto : 2002)
Ø Teknik dan prosedur yang dipergunakan dalam menyelenggarakan
lembaga pendidikan sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan
Penekanan
Tentang Administrasi Pendidikan
Ø Bahwa administrasi bukan hanya sekedar Kegiatan-kegiatan tata usaha
Ø Bahwa administrasi mencakup Kegiatan-kegiatan yang luas, meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan sebagainya yang
meliputi Bidang-bidang materil, personil spirituil. Terutama di sekolah formal
Ø Bahwa administrasi pendidikan merupakan proses keseluruhan
Kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yng terlibat
didalam Tugas-tugas pendidikan (Purwanto : 2002)
Prinsip-prinsip
Dasar Administrasi Pendidikan
Ø Efisiensi, pemanfaatan tenaga, dana, fasilits dan sumber daya lain
secara efisien
Ø Pengelolaan (POAC)
1
Ø Pengutamaan tugas pengelolaan
Ø Kepemimpinan yang efektif
Ø Kerjasama
Ø Fleksibilitas
Ø Orientas pada tujuan
Ø Kontinuitas
Tujuan
Administrasi Pendidikan
Ø Meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan kegiatan
operasional kependidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
Ø Sergiovani (Dalam Burhanuddin : 2005) :
1.
Efektifitas
produksi
2.
Efisiensi
3.
Kemampuan
menyesuaikan diri
4.
Kepuasan kerja
Pentingnya
Administrasi Pendidikan
Ø Membantu memperlancar proses penyelenggaraan pendidikan
Ø Membantu mempermudah pengelolaan pendidikan
Ø Membantu mempermudah mendayagunakan seluruh sumber daya pendidikan
di sekolah
Ø Membantu meningkatkan efektifitas dan efisiensi serta produktifitas
pendidikan di sekolah
Bedanya
Administrasi Pendidikan dan Administrasi Sekolah
Ø Memiliki cakupan yang luas (Administrasi pendidikan)
Ø Sering disamakan dengan kegiatan ketata-usahaan
Ø Keduanya sering digunakan untuk maksud, tujuan dan isi yang sama
Ø Di Indonesia istilah Administrasi pendidikan lebih populer dari
Administrsi sekolah
Menejemen Administratif disebut juga “
Menejement of administrative function” : Fungsinya sebagai Fungsi-fungsi menegemen yang dilakuakan
pemimpin bagaimana orang yang didalamnya bisa bekerjasama untuk menuju tujuan.
Tahap-tahap
Kegiatan Management Administrasi :
Ø Perencanaan (Planning)
Ø Organisasi (Organizing)
Ø Pengarahan (Directing/Comanding)
Ø Koordinasi (Coordinating)
Ø Pengawasan (Controling)
2
Administrsi
Pendidikan
Management
Operatif (Management of operative function) : kegiatan yang bertujuan
mengarahkan dan membina agar dalam mengajarkan pekerjaan yang emnjadi beban
tugas Masing-masing, orang yang melksanakannya dengan tepat dan benar.
AdA
6 cakupan (Lingkup) Administrasi di sekolah :
1.
Adm
kurikulum/pengajaran
2.
Adm kesiswaan
3.
Adm
kepegawaian/personil
4.
Adm keuangan
5.
Adm sapras
6.
Adm hubungan
sekolah dengan masyarakat
Proses
dan Fungsi-funfsi Administrasi Pendidikan
Planning
(perencanaan)
Keseluruhan proses pemikiran
dan penentuan secara matang dari Hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan
datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Langkah-langkah
Menentukan Perencanaan
Ø Menentukan tujuan yang akan di capai
Ø Mengadakan penelitian masalah
Ø Menentukan langkah yang akan di tempuh dalam usaha pencapaian
tujuan
Ø Mengumpulkan data
Ø Mencari upaya pemecahan masalah dan penyelesaian pekerjaan
Syarat
Penyusunan Perencanaan
Ø Memiliki tujuan yang jelas
Ø Menghindari sikap Untung-untungan
Ø Mengkoorinasi kegiatan yang akan dilkukan untuk mencapai tujuan
Ø Mengatur pelaksanaan kegiatan berdasarkan urutan
Ø Melkukan penghematan tenaga dan biaya
Prinsip/Konsep
SMART
Ø SPESIFIC, Pokok-pokok kegiatan yang dilakukan bersifat khusus,
jelas dan terfokus pada pencapaian tujuan
Ø Measurable, kegiatan yang disiplin dapat di ukur pencapaiannya
3
Ø Achievable, kegiatan yang di pilih dapat d capai, disesuaikan
dengan sikon
Ø Realistic, kegiatan yang di pilih realistik tidak Mengada-ngada,
sesuai kebutuhan dan keadaan
Ø Time Board, jelas target waktu pencapaiannya
Komponen
Perencanaan
Ø Tujuan
Ø Jenis-jenis varian kegiatan
Ø Sumber daya yang dibutuhkan
Ø Indikator keberhasilan
Ø Jadwal kegiatan
Perencanaan
yang Baik
Ø Mampu meningkatkan peluang keberhasilan
Ø Mengurangi berbagai resiko kegagalan
Ø Mampu mengendalikan kegiatan lebih baik dan meningkatkan efisiensi
(tidak boros)
Pengorganisasian
(a). Tindakan pembentukan
wadah pelaksanaan kegiatan kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan.
(b). Proses mewadahi/mengakomodasi seluruh potensi dan sumber daya organisasi,
difungsikan untuk mencapai tujuan.
Yang
Perlu Diperhatikan Dalam Menyusun Organisasi
Ø Mempelajari rencana (Tujuan, program kerja, personil, waktu dan
tempat pelaksanaan)
Ø Siapa yang di beri kepercayaan dan tanggung jawab
Ø Tujuan di rinci menjadi Sasaran-sasaran
Prinsip
Umum Organisasi
Ø Punya tuuan yang jelas dan kesamaan visi seluruh personil
Ø Memiliki pimpinan yang kredible (Cakap)
Ø Memiliki struktur organisasi seuai kebutuhan
Ø Ada pembagian kerja yang jelas
Azaznya
Ø Professional
Ø Menggambarkan pembagian kerja
4
Ø Mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab
Ø Harus mencerminkan rentangan kontrol
Ø Harus mengandung kesatuan pemerintah
Ø Harus fleksible dan seimbang
Pengarahan
(DIRECTING)
Ø Proses bimbingan secara Terus-menerus kepada setiap pegawai agar
seluruh kegiatan selalu terarah kepada pencapaian tujuan yang telah dirumuskan.
Pengaruh bisa dilakukan secara struktural (Sesuai dengan garis komando) maupun
fungsional (Fungsi secara horizontal, guru pada guru).
Ø Kegiatan melancarkan jalannya pekerjaan dengan cra memberikan
perintah, petunjuk, contoh, rapat, staff, workshop, diskusi, inservice
trainning, dsb.
Ø Tujuan mendorong setiap pegawai menjalankan kera yang menadi beban
tugasnya secara lebih efektif (Tepat, sesuai dengn target).
Bentuk-bentuk
Pengarahan
Ø Memberikan dan menjelaskan
Ø Memberikan petunjuk elaksanaan suatu kegiatan
Ø Memberikan kesempatan meningkatakn pengetahuan, ketrampilan,
kecakapan/keahlian.
Ø Memberikan kesempatan berupa sumbangan tenaga, pikiran, inisiatif,
dan Ide-ide kreatif
Koordinasi
(COORDINATING)
Aktifitas membawa Orang-orang meterial, Pikiran-pikiran,
Teknik-teknik, dan Tujuan-tujuan dalam hubungan yang harmonis dan produktif
dalam mencapai organisasi.
Mengapa
koordinasi ?...
1.
Beragam tugas
dan pekerjaan oleh banyak orang perlu koordinasi oleh seorang pemimpin
2.
Meredam/menghindari
terjadinya persaingan yang tidak sehat/kesipangsiuran dalam tindakan
3.
Mendorong semua
orang (Bagian/sub bagian) bekerjasama ke arah pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan
5
Yang
Harus Dilakukan Seorang Pemimpin
Ø Setiap bagian/personil melaksanakan tugas dengan cara dan waktu
yang telah ditentukan (Tepat/tidal lebih)
Ø Tidak ada pesonil yang menghambat/merugikan pekerjaan personil lain
Ø Menjadi (Over lapping) kerjaannya menumpuk dalam tugas dan
pelaksaannya
Ø Mengembangkan sikap saling percaya dan membantu antar personil
Ø Menghindarkan dan menyelesaikan segala perbedaan/pertentangan yang
menghambat usaha
Ø Menghindari kompetisi tidak sehat
Ø Memupuk rasa persatuan antar personil sehingga menjadi suatu
kesatuan
Pengawasan
(CONTROLLING)
1.
Kegiatan
pimpinan untuk menyimpulkan sejumlah kemampuan personilnya menyesuaikan diri
dengan rencana dan standart yang sudah ditenyuan sebelumnya
2.
Proses
menetapkan apakah suatu pekerjaan sudah terlaksana/belum
3.
Kegiatan
mengukur tingkat efektifitas kerja personil dan tingkat efisiensi penggunaan
metode/alat tertentu dalam usaha mencapai tujuan
Fungsi
Kontrol
Ø Untuk mengetahui apakah semua kegiatan yang dilakukan sesuai dengan
perencanaan semula
Ø Untuk mengetahui kesalahan/penyimpangan yang dilakukan anggota
organisasi
Ø Untuk mencapai jalan keluar atas kesalahan/penyimpangan prosedur
kerja
Ø Menentukan Data-data yang menyebabkan penyimpangan dalam organisasi
Ø Pengembangan organisasi (Dengan data yang ditemukan)
Ø Untuk mengatasi sejauh mana tujuan organisasi telah dicapai
Macam
dan Sasaran Kontrol
1.
Pengawasan
personil
2.
Pengawasan
kurikulum
3.
Pengawasan
keuangan
4.
Pengawasan
sapras
5.
Pengawasan
kesiswaan
6.
Pengawasan
humas
Subjek
dan Waktu Pengawasan
Ø Pengawasan internal, diakuakn oleh atasan yang bersangkutan, oleh
atasan langsung/vertikal
6
Ø Pengawasan eksternal, dilakukan oleh orang diluar unit, organisasi,
pengawasan sosial
Ø Pengawasan preventif (Mencegah) dilakukan sebelum terjadi
penyimpangan terhadap ketentuan yang berlaku
Yang
Perlu Diperhatikan
1.
Obyektifitas,
tidak ada pihak yang dirugikan
2.
Fleksible,
menyesuaikan dengan situasi yang terjadi
3.
Mencegah
pengulangan penyimpangan
Konteks
Pendidikan
Ø Kontrol dilakukan untuk memberi bimbingan, pengarahan, pemeriksaaan
dan penilaian
Ø Dilakukan oleh kepala sekolah
Ø Bukan untuk Mencari-cari masalah/kesalahan orang lain
Ø Bukan memberi hukuman terhadap pelaku penyimpangan, tapi untuk
perbaikan
Manfaat
Kontrol/Pengawasan
Ø Memperoleh data untuk peningkatan kualitas kerja yang akan datang
Ø Memperoleh cara kerja yang efektif dan efisien
Ø Mengetahui kesulitan/hambatan yang di hadapi
Administrasi
Pendidikan di Sekolah
Ø Adm. Kurikulum
Ø Adm. Kesiswaan
Ø Adm. Personalia/kepegawaian
Ø Adm. Sarana dan prasarana
Ø Adm. Sekolah
Ø Adm. Keuangan sekolah
Ø Adm. Hubungan sekolah dengan masyarakat
Adm
Kurikulum/Pengajaran
·
Proses
kerasama/pengaturan di bidang kurikulum baik dalam arti sempit/luas.
·
Secara sempit,
kurikulum berarti kontens yaitu sejumlah mata pelajaran yang diberikan kepada
peserta didik di kelas.
·
Secara luas,
kurikulum berarti semua pengalaman pendidikan yang diberikan kepada anak didik,
baik di dalam maupun di luar kelas.
·
Beberapa
kegiatan di bidang kuriklum sebagai berikut :
7
Ø Menyusun program kerja tahunan
1.
Di susun untuk
jangka waktu 1 tahun
2.
Di susun oleh
kepala sekolah (Di bantu wakilnkepala sekolah pada awal tahun pelajaran)
3.
Berisi Kegiatan-kegiatan pendidikan sekolah
selama 1 tahun pelajaran
4.
Sebagai pedoman
kerja kepala sekolah, guru, dan staff sekolah
5.
Disesuaikan
dengan kalender pendidikan
Ø Manfaat Ptogram Kerja Tahunan
1.
Membantu kepala
sekolah mengorganisasikan kegiatan pendidikan dari awal tahun pelajaran hingga
akhir tahun pembelajaran
2.
Membantu
meningkatkan efektifitas pelaksanaan kegiatan sekolah
3.
Sarana
melakuakan umpan balik (Feed back) kegiatan sekolah
4.
Sarana
membangun semangat corp (Semangat organisasi dalam kesatuan dan persatuan) dan
semangat para guru dan staff sekolah
Ø Menyusun Jadwal Pelajaran
1.
Mengetahui apa
yang akan dikerjakan pada suatu waktu di suatu kelas
2.
Pedoman bagi
guru, kapan, dimana(Di kelas mana) ia harus mengajar, membimbing, melatih, dll
3.
Penjabaran
seluruh program kerja sekolah
Ø Macam adwal Pelajaran
1.
Berdasarkan
sistem paket, penggunaannya didasarkan pada paket sekolah sesuai mata pelajaran
yang ada di sekolah, umlah guru serta waktu yang tersedia
2.
Berdasarkan
pilihan siswa, di susun atas dasar pilihan siswa. Siswa bebas memilih program
sesuai kebutuhannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar