Kamis, 25 Juni 2015

ADMINISTRASI PENDIDIKAN



ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Pengertian Administrasi Pendidikan
Adminstrasi Pendidikan Adalah
Ø  Aplikasi administrasi dalam bidang pendidikan
Ø  Rangkaian kegiatan/keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan yang umumnya diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama dalam pendidikan formal (Nawawi : 1998)
Ø  Segenap proses pengarahan dan pengintegrasian segala sesuatu, baik personil, material, spiritual yang bersangkutan/bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan (Purwanto : 2002)
Ø  Teknik dan prosedur yang dipergunakan dalam menyelenggarakan lembaga pendidikan sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan
Penekanan Tentang Administrasi Pendidikan
Ø  Bahwa administrasi bukan hanya sekedar Kegiatan-kegiatan tata usaha
Ø  Bahwa administrasi mencakup Kegiatan-kegiatan yang luas, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan sebagainya yang meliputi Bidang-bidang materil, personil spirituil. Terutama di sekolah formal
Ø  Bahwa administrasi pendidikan merupakan proses keseluruhan Kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yng terlibat didalam Tugas-tugas pendidikan (Purwanto : 2002)
Prinsip-prinsip Dasar Administrasi Pendidikan
Ø  Efisiensi, pemanfaatan tenaga, dana, fasilits dan sumber daya lain secara efisien
Ø  Pengelolaan (POAC)


1
Ø  Pengutamaan tugas pengelolaan
Ø  Kepemimpinan yang efektif
Ø  Kerjasama
Ø  Fleksibilitas
Ø  Orientas pada tujuan
Ø  Kontinuitas
Tujuan Administrasi Pendidikan
Ø  Meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan kegiatan operasional kependidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
Ø  Sergiovani (Dalam Burhanuddin : 2005) :
1.      Efektifitas produksi
2.      Efisiensi
3.      Kemampuan menyesuaikan diri
4.      Kepuasan kerja
Pentingnya Administrasi Pendidikan
Ø  Membantu memperlancar proses penyelenggaraan pendidikan
Ø  Membantu mempermudah pengelolaan pendidikan
Ø  Membantu mempermudah mendayagunakan seluruh sumber daya pendidikan di sekolah
Ø  Membantu meningkatkan efektifitas dan efisiensi serta produktifitas pendidikan di sekolah
Bedanya Administrasi Pendidikan dan Administrasi Sekolah
Ø  Memiliki cakupan yang luas (Administrasi pendidikan)
Ø  Sering disamakan dengan kegiatan ketata-usahaan
Ø  Keduanya sering digunakan untuk maksud, tujuan dan isi yang sama
Ø  Di Indonesia istilah Administrasi pendidikan lebih populer dari Administrsi sekolah
 Menejemen Administratif disebut juga “ Menejement of administrative function” : Fungsinya sebagai  Fungsi-fungsi menegemen yang dilakuakan pemimpin bagaimana orang yang didalamnya bisa bekerjasama untuk menuju tujuan.
Tahap-tahap Kegiatan Management Administrasi :
Ø  Perencanaan (Planning)
Ø  Organisasi (Organizing)
Ø  Pengarahan (Directing/Comanding)
Ø  Koordinasi (Coordinating)
Ø  Pengawasan (Controling)

2
Administrsi Pendidikan
Management Operatif (Management of operative function) : kegiatan yang bertujuan mengarahkan dan membina agar dalam mengajarkan pekerjaan yang emnjadi beban tugas Masing-masing, orang yang melksanakannya dengan tepat dan benar.
AdA 6 cakupan (Lingkup) Administrasi di sekolah :
1.      Adm kurikulum/pengajaran
2.      Adm kesiswaan
3.      Adm kepegawaian/personil
4.      Adm keuangan
5.      Adm sapras
6.      Adm hubungan sekolah dengan masyarakat
Proses dan Fungsi-funfsi Administrasi Pendidikan
Planning (perencanaan)
 Keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang dari Hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Langkah-langkah Menentukan Perencanaan
Ø  Menentukan tujuan yang akan di capai
Ø  Mengadakan penelitian masalah
Ø  Menentukan langkah yang akan di tempuh dalam usaha pencapaian tujuan
Ø  Mengumpulkan data
Ø  Mencari upaya pemecahan masalah dan penyelesaian pekerjaan
Syarat Penyusunan Perencanaan
Ø  Memiliki tujuan yang jelas
Ø  Menghindari sikap Untung-untungan
Ø  Mengkoorinasi kegiatan yang akan dilkukan untuk mencapai tujuan
Ø  Mengatur pelaksanaan kegiatan berdasarkan urutan
Ø  Melkukan penghematan tenaga dan biaya
Prinsip/Konsep SMART
Ø  SPESIFIC, Pokok-pokok kegiatan yang dilakukan bersifat khusus, jelas dan terfokus pada pencapaian tujuan
Ø  Measurable, kegiatan yang disiplin dapat di ukur pencapaiannya


3
Ø  Achievable, kegiatan yang di pilih dapat d capai, disesuaikan dengan sikon
Ø  Realistic, kegiatan yang di pilih realistik tidak Mengada-ngada, sesuai kebutuhan dan keadaan
Ø  Time Board, jelas target waktu pencapaiannya
Komponen Perencanaan
Ø  Tujuan
Ø  Jenis-jenis varian kegiatan
Ø  Sumber daya yang dibutuhkan
Ø  Indikator keberhasilan
Ø  Jadwal kegiatan
Perencanaan yang Baik
Ø  Mampu meningkatkan peluang keberhasilan
Ø  Mengurangi berbagai resiko kegagalan
Ø  Mampu mengendalikan kegiatan lebih baik dan meningkatkan efisiensi (tidak boros)
Pengorganisasian
 (a). Tindakan pembentukan wadah pelaksanaan kegiatan kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan. (b). Proses mewadahi/mengakomodasi seluruh potensi dan sumber daya organisasi, difungsikan untuk mencapai tujuan.
Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyusun Organisasi
Ø  Mempelajari rencana (Tujuan, program kerja, personil, waktu dan tempat pelaksanaan)
Ø  Siapa yang di beri kepercayaan dan tanggung jawab
Ø  Tujuan di rinci menjadi Sasaran-sasaran
Prinsip Umum Organisasi
Ø  Punya tuuan yang jelas dan kesamaan visi seluruh personil
Ø  Memiliki pimpinan yang kredible (Cakap)
Ø  Memiliki struktur organisasi seuai kebutuhan
Ø  Ada pembagian kerja yang jelas
Azaznya
Ø  Professional
Ø  Menggambarkan pembagian kerja


4
Ø  Mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab
Ø  Harus mencerminkan rentangan kontrol
Ø  Harus mengandung kesatuan pemerintah
Ø  Harus fleksible dan seimbang
Pengarahan (DIRECTING)
Ø  Proses bimbingan secara Terus-menerus kepada setiap pegawai agar seluruh kegiatan selalu terarah kepada pencapaian tujuan yang telah dirumuskan. Pengaruh bisa dilakukan secara struktural (Sesuai dengan garis komando) maupun fungsional (Fungsi secara horizontal, guru pada guru).
Ø  Kegiatan melancarkan jalannya pekerjaan dengan cra memberikan perintah, petunjuk, contoh, rapat, staff, workshop, diskusi, inservice trainning, dsb.
Ø  Tujuan mendorong setiap pegawai menjalankan kera yang menadi beban tugasnya secara lebih efektif (Tepat, sesuai dengn target).

Bentuk-bentuk Pengarahan
Ø  Memberikan dan menjelaskan
Ø  Memberikan petunjuk elaksanaan suatu kegiatan
Ø  Memberikan kesempatan meningkatakn pengetahuan, ketrampilan, kecakapan/keahlian.
Ø  Memberikan kesempatan berupa sumbangan tenaga, pikiran, inisiatif, dan Ide-ide kreatif

Koordinasi (COORDINATING)
Aktifitas membawa Orang-orang meterial, Pikiran-pikiran, Teknik-teknik, dan Tujuan-tujuan dalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai organisasi.
Mengapa koordinasi ?...
1.      Beragam tugas dan pekerjaan oleh banyak orang perlu koordinasi oleh seorang pemimpin
2.      Meredam/menghindari terjadinya persaingan yang tidak sehat/kesipangsiuran dalam tindakan
3.      Mendorong semua orang (Bagian/sub bagian) bekerjasama ke arah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan


5
Yang Harus Dilakukan Seorang Pemimpin
Ø  Setiap bagian/personil melaksanakan tugas dengan cara dan waktu yang telah ditentukan (Tepat/tidal lebih)
Ø  Tidak ada pesonil yang menghambat/merugikan pekerjaan personil lain
Ø  Menjadi (Over lapping) kerjaannya menumpuk dalam tugas dan pelaksaannya
Ø  Mengembangkan sikap saling percaya dan membantu antar personil
Ø  Menghindarkan dan menyelesaikan segala perbedaan/pertentangan yang menghambat usaha
Ø  Menghindari kompetisi tidak sehat
Ø  Memupuk rasa persatuan antar personil sehingga menjadi suatu kesatuan
Pengawasan (CONTROLLING)
1.      Kegiatan pimpinan untuk menyimpulkan sejumlah kemampuan personilnya menyesuaikan diri dengan rencana dan standart yang sudah ditenyuan sebelumnya
2.      Proses menetapkan apakah suatu pekerjaan sudah terlaksana/belum
3.      Kegiatan mengukur tingkat efektifitas kerja personil dan tingkat efisiensi penggunaan metode/alat tertentu dalam usaha mencapai tujuan
Fungsi Kontrol
Ø  Untuk mengetahui apakah semua kegiatan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan semula
Ø  Untuk mengetahui kesalahan/penyimpangan yang dilakukan anggota organisasi
Ø  Untuk mencapai jalan keluar atas kesalahan/penyimpangan prosedur kerja
Ø  Menentukan Data-data yang menyebabkan penyimpangan dalam organisasi
Ø  Pengembangan organisasi (Dengan data yang ditemukan)
Ø  Untuk mengatasi sejauh mana tujuan organisasi telah dicapai
Macam dan Sasaran Kontrol
1.      Pengawasan personil
2.      Pengawasan kurikulum
3.      Pengawasan keuangan
4.      Pengawasan sapras
5.      Pengawasan kesiswaan
6.      Pengawasan humas
Subjek dan Waktu Pengawasan
Ø  Pengawasan internal, diakuakn oleh atasan yang bersangkutan, oleh atasan langsung/vertikal



6
Ø  Pengawasan eksternal, dilakukan oleh orang diluar unit, organisasi, pengawasan sosial
Ø  Pengawasan preventif (Mencegah) dilakukan sebelum terjadi penyimpangan terhadap ketentuan yang berlaku
Yang Perlu Diperhatikan
1.      Obyektifitas, tidak ada pihak yang dirugikan
2.      Fleksible, menyesuaikan dengan situasi yang terjadi
3.      Mencegah pengulangan penyimpangan
Konteks Pendidikan
Ø  Kontrol dilakukan untuk memberi bimbingan, pengarahan, pemeriksaaan dan penilaian
Ø  Dilakukan oleh kepala sekolah
Ø  Bukan untuk Mencari-cari masalah/kesalahan orang lain
Ø  Bukan memberi hukuman terhadap pelaku penyimpangan, tapi untuk perbaikan
Manfaat Kontrol/Pengawasan
Ø  Memperoleh data untuk peningkatan kualitas kerja yang akan datang
Ø  Memperoleh cara kerja yang efektif dan efisien
Ø  Mengetahui kesulitan/hambatan yang di hadapi
Administrasi Pendidikan di Sekolah
Ø  Adm. Kurikulum
Ø  Adm. Kesiswaan
Ø  Adm. Personalia/kepegawaian
Ø  Adm. Sarana dan prasarana
Ø  Adm. Sekolah
Ø  Adm. Keuangan sekolah
Ø  Adm. Hubungan sekolah dengan masyarakat
Adm Kurikulum/Pengajaran
·         Proses kerasama/pengaturan di bidang kurikulum baik dalam arti sempit/luas.
·         Secara sempit, kurikulum berarti kontens yaitu sejumlah mata pelajaran yang diberikan kepada peserta didik di kelas.
·         Secara luas, kurikulum berarti semua pengalaman pendidikan yang diberikan kepada anak didik, baik di dalam maupun di luar kelas.
·         Beberapa kegiatan di bidang kuriklum sebagai berikut :



7
Ø  Menyusun program kerja tahunan
1.      Di susun untuk jangka waktu 1 tahun
2.      Di susun oleh kepala sekolah (Di bantu wakilnkepala sekolah pada awal tahun pelajaran)
3.       Berisi Kegiatan-kegiatan pendidikan sekolah selama 1 tahun pelajaran
4.      Sebagai pedoman kerja kepala sekolah, guru, dan staff sekolah
5.      Disesuaikan dengan kalender pendidikan
Ø  Manfaat Ptogram Kerja Tahunan
1.      Membantu kepala sekolah mengorganisasikan kegiatan pendidikan dari awal tahun pelajaran hingga akhir tahun pembelajaran
2.      Membantu meningkatkan efektifitas pelaksanaan kegiatan sekolah
3.      Sarana melakuakan umpan balik (Feed back) kegiatan sekolah
4.      Sarana membangun semangat corp (Semangat organisasi dalam kesatuan dan persatuan) dan semangat para guru dan staff sekolah
Ø  Menyusun Jadwal Pelajaran
1.      Mengetahui apa yang akan dikerjakan pada suatu waktu di suatu kelas
2.      Pedoman bagi guru, kapan, dimana(Di kelas mana) ia harus mengajar, membimbing, melatih, dll
3.      Penjabaran seluruh program kerja sekolah
Ø  Macam adwal Pelajaran
1.      Berdasarkan sistem paket, penggunaannya didasarkan pada paket sekolah sesuai mata pelajaran yang ada di sekolah, umlah guru serta waktu yang tersedia
2.      Berdasarkan pilihan siswa, di susun atas dasar pilihan siswa. Siswa bebas memilih program sesuai kebutuhannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar