MEMAHAMI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
PESERTA DIDIK SERTA PENGARUH DALAM BELAJAR
MakalahDiajukan
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
PSIKOLOG BELAJAR
Dosen Pengampu:
Nur Asiyah,
M.Psi
OLEH:
Ø AHMAD MUCHOWIFIL CHABASYI
Ø FILAN MUHARROMAH
Ø HANIK INAYATUL ROHMAH
Jurusan Pendidikan Agama Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy
Genteng Banyuwangi
2014/2015
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Wr. Wb
Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
segala limpahan rahmat, bimbingan dan petunjuk serta hidayah-Nya, sehingga kami
mampu menyelesaikan penyusunan makalah . Makalah ini
disusun dalam rangka memenuhi tugaspsikologi belajar.
Kami mohon maaf atas kesalahan serta kekhilafan yang kami perbuat baik sengaja
maupun tidak sengaja dan kami mengharapkan kritik dan saran demi
menyempurnakan makalah kami agar lebih baik dan dapat berguna semaksimal
mungkin.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa penulisan dan penyusunan
makalah ini tidak mungkin terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dan dukungan
dari ibuk NUR ASIYAH , M.psi selaku dosen psikologi belajar serta semua pihak
yang membantu.
Akhir kata kami mengucapkan terimakasih dan berharap semoga
makalah ini bisa bermanfaat bagi semua yang membacanya.Semoga Allah SWT
memberikan petunjuk serta rahmat-Nya kepada kita semua.
Wassalamu’alaikum
Wr. Wb
Genteng,14 april 2015
Hormat
kami
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman judul
Kata pengantar
Daftar isi
Bab I
pendahuluan
Latar belakang
Rumasan masalah
Tujuan
Bab ii
pembahasan
Devinisi pertumbuhan dan
perkembangan
Perbedaan pertumbuhan dan
perkembangan
Pentingnya mengetahui perkembangan
dan pertumbuhan peserta didik
Aspek pertumbuhan dan perkembangan
peserta didik
Perbedaan individu peserta didik
Factor factor yang berpengaruh pada
perkembangan peserta didik
Bab iii penutup
Kesimpulan
Saran
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara
kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Banyak orang yang menggunakan
istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan” secara bergantian. Kedua proses ini
berlangsung secara interdependensi, artinya saling bergantung satu sama lain.
Kedua proses ini tidak bias dipisahkan dalam bentuk-bentuk yang secara pilah
berdiri sendiri-sendiri, akan tetapi bisa dibedakan untuk maksud lebih
memperjelas penggunaannya.
Dalam hal ini, kedua proses tersebut memiliki
tahapan-tahapan, diantaranya tahap secara moral dan spiritual. Karena
pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dilihat dari tahapan tersebut
memiliki kesinambungan yang begitu erat dan penting untuk dibahas, maka kita
menguraikannya dalam bentuk struktur yang jelas baik dari segi teori sampai
kaitannya dengan pengaruh yang ditimbulkan.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah adalah sebagai berikut :
1. Apa definisi pertumbuhan dan
perkembangan?
2. Asfek-asfek pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik ?
3. Perbedaan invidual peserta didik!
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Pertumbuhan dan
Perkembangan
Di dalam seluruh jangka kehidupan manusia,
semenjak dalam kandungan sampai meninggal di dalamnya terjadi
perubahan-perubahan baik fisik maupun psikis. Perubahan-perubahan tersebut
terjadi karena pertumbuhan dan perkembangan dalam dirinya.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan
dua istilah yang senantiasa digunakan secara bergantian. Keduanya tidak bisa
dipisah-pisah, akan tetapi saling bergantung satu dengan lainnya bahkan bisa
dibedakan untuk maksud lebih memperjelas penggunaannya.
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai
hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal
pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan
sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan
jasmaniah ) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan.
Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut
peningkatan ukuran dan struktur biologis.
Perkembangan adalah serangkaian perubahan
progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman(E.B
hurloch), bekerja dalam suatu proses perubahan yang berkenaan dengan
aspek-aspek fisik dan psikhis atau perubahan tingkah laku dan kemampuan
sepanjang proses perkembangan individu mulai dari massa konsepsi samppai mati
Hasil pertumbuhan antara lain
bertambahnya ukuran kuantitatif badan anak, seperti berat, panjang, dan
kekuatannya. Begitu pula pertumbuhan akan mencakup perubahan yang semakin
sempurna pada sistem jaringan saraf dan perubahan-perubahan struktur jasmani
lainnya. Dengan demikian, pertumbuhan dapat diartikan sebagai proses perubahan
dan pematangan fisik.
Pertumbuhan jasmani berakar pada
organisme yang selalu berproses untuk menjadi besar.Pertumbuhan jasmaniah ini
dapat diteliti dengan mengukur berat, panjang, dan lingkaran seperti lingkar
kepala, lingkar dada, lingkar pinggul, lingkar lengan dan lain-lain.Dalam
pertumbuhannya, setiap bagian tubuh mempunyai perbedaan tempo
kecepatan.Misalnya, pertumbuhan alat kelamin berlangsung paling lambat pada
masa anak-anak tetapi mengalami percepatan pada masa pubertas.Sebaliknya,
pertumbuhan susunan saraf pusat berlangsung pada akhir masa anak-anak dan
berhenti pada masa pubertas.Perbedaan kecepatan masing-masing bagian tubuh
mengakibatkan adanya perbedaan keseluruhan proporsi tubuh dan juga menimbukan
perbedaan dalam fungsinya.
Secara umum konsep perkembangan
dikemukakan oleh Werner pada tahun 1957 (Sunarto,
dkk, 1994: 31) yang
menjelaskan
bahwa "perkembangan sejalan dengan prinsip orthogenetis, berlangsung dari
keadaan global dan kurang berdeferensiasi sampai ke keadaan di mana
diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap". Dapat
dikata konsep perkembangan itu mengandung unsur keseluruhan (totalitas) dan
berkesinambungan yang berlangsung secara bertahap. Selanjutnya Libert, Paulus
dan Stauss (Singgih, 1990: 31) merumuskan arti perkembangan yaitu:
"perkembangan adalah proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu
sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungan". Selain
itu perkembangan proses perubahan akibat dari pengalaman. Istilah
perkembangan dapat mencerminkan sifat-sifat yang khas mengenai gejala-gejala
psikologis yang menampak.
Perubahan-perubahan meliputi beberapa
aspek, baik fisik maupun psikis. Perubahan dimaksud dapat dikategorikan menjadi
empat yaitu: (1) perubahan dalam ukuran; (2) perubahan dalam perbandingan; (3)
berubah untuk mengganti hal-hal yang lama; dan (4) berubah untuk memperoleh
hal-hal yang baru.
Soesilo Windradini (1995:
2) menyatakan bahwa perkembangan individu tidak berlangsung secara
otomatis, tetapi perkembangan tersebut sangat bergantung pada beberapa faktor,
yaitu: (1) heriditas, (2) lingkungan, (3) kematangan fisik dan psikis, dan (4)
aktivitas anak sebagai subyek bebas yang berkemauan, dalam arti anak bisa
mengadakan seleksi, bisa menolak dan menyetujui serta mempunyai emosi.
Perubahan dalam perkembangan bertujuan
untuk memperoleh penyesuaian diri terhadap lingkungan di mana ia hidup.
Untuk mencapai tujuan maka realisasi diri “aktualisasi diri” sangat penting
perannya. Realiasasi diri memainkan peran penting dalam kesehatan mental, maka
seseorang yang berhasil menyesuaikan diri dengan baik secara pribadi dan sosial
harus mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan minat dan keinginannya dengan
cara memuaskan dirinya. Tetapi pada saat yang sama harus menyesuaikan
dengan standar-standar yang diterima. Kurangnya kesempatan berdampak pada
kekecewaan dan sikap-sikap negatif terhadap orang lain dan bahkan terhadap
kehidupan pada umumnya.
Perubahan-perubahan baik fisiologis
maupun psikologis tidak semua orang menyadarinya, kecuali terjadinya perubahan
itu secara mendadak, cepat, dan mempengaruhi pola kehidupan mereka.
Suatu bukti hampir semua orang takjub terhadap masa pubertas, pertumbuhan
melonjak dari akhir masa kanak-kanak ke awal masa remaja. Sama halnya
dengan usia lanjut ketika proses penuaan terus berlangsung seseorang telah
menyadari bahwa kesehatan mulai “berkurang” dan pikiran mulai “mundur”
sehingga perlu ada penyesuaian baru terhadap perubahan dalam pola kehidupan
mereka.
Beberapa pendapat para ahli mengenai
pertumbuhan dan perkembangan diantaranya adalah:
a.
Seifert
dan Hoffnung mengartikan perkembangan sebagai “long-term changes in a
person’s growth, feelings, pattents of thinking, sosial relationship and motor
skills.”
b. C.P. Chaplin mengartikan pertumbuhan
sebagai satu pertambahan atau kenaikan dalam ukuran dari bagian-bagian tubuh
atau organisme sebagai suatu keseluruhan.
c.
A.E.
Sinolungan mengartikan pertumbuhan menunjuk pada kuantitatif, yaitu yang dapat
dihitung atau diukur, seperti panjang atau berat tubuh.
d. Ahmad Thonthowi mengartikan
pertumbuhan sebagai perubahan jasad yang meningkat dalam ukuran (size) sebagai
akibat dari adanya perbanyakan (multiplication) sel-sel.
e.
Reni Akbar
Hawadi (2001), “perkembangan secara luas menunjuk pada keseluruhan proses
perubahan dari potensi yang dimiliki individu dan tampil dalam kualitas
kemampuan, sifat dan ciri-ciri yang baru.
f.
F.J. Monks
menyatakan perkembangan adalah suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan
tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk pada perubahan
yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali.
Dari beberapa pendapat dari para ahli dapat disimpulkan
bahwa pertumbuhan diartikan sebagai suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat
atau ukuran dimensif tubuh serta bagian-bagiannya.Sedangakn perkembangan
menunjuk pada perubahan-perubahan dalam bentuk bagian tubuh dan integrasi
berbagai bagiannya ke dalam satu kesatuan fungsional bila pertumbuhan itu
berlangsung.Intinya bahwa pertumbuhan dapat diukur sedangkan perkembangan hanya
dapat dilihat gejala-gejalanya.Perkembangan dipersyarati adanya pertumbuhan.
v
Perbedaan
Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Dalam pertumbuhan akan
terjadi perubahan ukuran dalam hal bertambahnya ukuran fisik, seperti berat
badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan, lingkar dada, dan lain-
lain.
2. Dalam pertumbuhan dapat terjadi
perubahan proporsi yang dapat terlihat pada proporsi fisik atau organ manusia
yang muncul mulai dari masa konsepsi hingga dewasa.
3. Pada pertumbuhan dan perkembangan
terjadi hilangnya ciri-ciri lama yang ada selama masa pertumbuhan, seperti
hilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu, atau hilangnya refleks-refleks
tertentu.
4. Dalam pertumbuhan terdapat
ciri baru yang secara perlahan mengikuti proses kematangan, seperti adanya
rambut pada daerah aksila, pubis, atau dada.
Perkembangan memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Perkembangan selalu
melibatkan proses pertumbuhan yang diikuti dari perubahan fungsi, seperti
perkembangan sistem reproduksi akan diikuti perubahan pada fungsi alat kelamin.
2. Perkembangan memiliki pola yang
konstan dengan hukum tetap, yaitu perkembangan dapat terjadi dari daerah kepala
menuju ke arah kaudal atau dari bagian proksimal ke bagian distal.
3. Perkembangan memiliki
tahapan yang berurutan mulai dari kemampuan melakukan hal yang sederhana menuju
kemampuan melakukan hal yang sempurna.
4. Perkembangan setiap individu
memiliki kecepatan pencapaian perkembangan yang berbeda.
5. Perkembangan dapat
menentukan pertumbuhan tahap selanjutnya, di mana tahapan perkembangan
harus melewati tahap demi tahap (Narendra, 2002).
v
Pentingnya
mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik
Dengan mempelajari perkembangan peserta didik kita akan memperoleh beberapa
keuntungan. Pertama, kita akan mempunyai ekspestasi yang nyata tentang
anak dan ramaja. Dari psikologi perkembangan akan diketahui pada umur berapa
anak mulai berbicara dan mulai mampu berfikir abstrak. Hal-hal itu merupakan
gambaran umum yang terjadi pada kebanyakan anak, disamping itu akan diketahui
pula pada umur beberapa anak tertentu yang akan memperoleh keterampilan prilaku
pada emosi khsusus. Kedua, pengetahuan tentang psikologi perkembangan
anak membantu kita untuk merespons sebagaimana mestinya pada prilaku tertentu dari
seorang anak. Bila seorang anak dari Taman Kanak-kanak tidak mau sekolah lagi
karena diganggu temannya, apa yang harus dilakukan oleh guru dan orang tuanya?
Bila anak selalu ingin merebut mainan dari temannya apakah dibiarkan saja?
Psikologi perkembangan akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan
menunjukan sumber-sumber jawaban serta pola-pola anak mengenai pikiran,
perasaan dan prilakunya. Ketiga, pengetahuan tentang perkembangan anak
akan membantu mengenali berbagai penyimpangan dari perkembanganyang normal. Keempat,
terakhir, dengan mempelajari perkembangan anak akan membantu memahami diri
sendiri.
Berikut ini adalah beberapa hal yang
mendasari pentingnya mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.
1.
Masa Perkembangan Yang Cepat
Pada anak terjadi
pertumbuhan-pertumbuhan yang cepat dibandingkan dengan perubahan-perubahan yang
dialami spesies lain. Perubahan fisik, misalnya pada tahun pertama lebih cepat
dari pada tahun-tahun berikutnya.
Hal yang sama terjadi juga pada perubahan
yang menyangkut interaksi social, perolehan dan penggunaan bahasa, kemampuan
mengingat serta berbagai fungsi lainnya.
2.
Pengaruh Yang Lama
Alasan lainnya mengapa mempelajari
anak ialah bahwa peristiwa-peristiwa dan pengalaman-pengalaman pada tahun-tahun
awal menunjukan pengaruh yang lama dan kuat terhadap perkembangan individu pada
masa-masa berikutnya. Kebanyakan ahli teori psikologi berpendapat bahwa apa
yang terjadi hari ini sangant banyak ditentukan oleh perkembangan kita sebagai
anak.
3.
Proses Yang Kompleks
Sebagai peneliti yang mencoba
memahami prilaku orang dewasa yang kompleks, berpendapat bahwa mengkaji tentang
bagaimana prilaku itu pada saat masih sederhana akan sangat berguna. Misalnya
ialah bahwa kebanyakan orang dapat membuat kalimat yang panjang dan dapat
dimengerti oleh orang lain. Manusia mampu berkomunikasi dari cara yang
sederhana sampai yang kompleks karena bahasa yang digunakan mengikuti
aturan-aturan tertentu. Tetapi menentukan apa aturan itu dan bagaimana menggunakan
adalah sulit. Suatu pendekatan terhadap masalah ini adalah dengan
mempelajari proses kemampuan berbahasa. Anak membentuk kaliamat yang hanya
terdiri atas satu atau dua kata, kalimat itu muncul dengan mengikuti aturan
yang diajarkan oleh orang dewasa. Dengan mengkaji kalimat pertama tersebut para
peneliti bahasa bertambah wawasannya tentang mekanisme cara berbicara orang
dewasa yang lebih kompleks.
4.
Nilai yang diterapkan
Penelitian tentang tahap awal
perkembangan sosial secara relevan berkaitan dengan orang tua tentang perannya
dalam kehidupan sehari-hari, percobaan tentang strategi pemecahan masalah pada
anak akan memberikan informasi berharga tentang metode belajar yang baik. Hasil
penelitian atau pengkajian teoritis dapat secara langsung atau tidal dapat
mempengaruhi pada pola pendidikan atau pengajaran.
5.
Masalah yang menarik
Anak merupakan makhluk yang
mengagumkan dan penuh teka teki serta menarik untuk dikaji.Kemudahan anak umur
dua tahun untuk mempelajari bahasa ibunya dan kreativitas anak untuk bermain
dengan temannya merupakan dua hal dari karakteristik anak yang sedang
berkembang.Misalnya banyak hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan anak yang
merupakan misteri yang menarik.Dalam hal ini ilmu pengetahuan lebih banyak menjumpai
peretanyaan-pertanyaan dari pada jawabannya.
B. Aspek-aspek Pertumbuhan dan
Perkembangan Peserta didik
Sejak- awal tahun 1980-an semakin
diakuinya pengaruh keturunan (genetik) terhadap perbedaan individu. Berdasarkan
data yang diperoleh dari penelitian perilaku genetik yang mendukung, pentingnya
pengaruh keturunan menunjukkan tentang pentingnya pengaruh lingkungan. Perilaku
yang kompleks yang menarik minat para ahli psikologi (misalnya temperamen,
kecerdasan dan kepribadian) mendapat pengaruh yang sama kuatnya baik dari
faktor-faktor lingkungan maupun keturunan (genetik).
Aspek apa sajakah yang mempengaruhi faktor genetik?
Menurut Santrok (1992), banyak aspek yang dipengaruhi faktor genetik. Para ahli
genetik menaruh minat yang sangat besar untuk mengetahui dengan pasti tentang
variasi karakteristik yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik.Kecerdasan dan
temperamen merupakan aspek-aspek yang paling banyak ditelaah yang dalam
perkembangannya dipengaruhi oleh keturunan.
a.
Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan manusia merupkan perubahan fisik menjadi lebih
besar dan lebih panjang, dan prosesnya terjadi sejak manusia belum lahir hingga
ia dewasa. Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia
yang sangat kompleks, karena pada masa itu merupakan awal terbentuknya
organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan saraf yang membentuk sistem yang
lengkap.
Pertumbuhan fisik manusia setelah lahir merupakan kelanjutan pertumbuhan
sebelum lahir. Proses pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa.
Selama tahun pertama dalam pertumbuhannya, ukuran panjang badannya akan
bertambah sekitar sepertiga dari panjang badan semula dan berat badannya
akan bertambah menjadi sekitar tiga kalinya. Sejak lahir hingga dengan umur 25
tahun, perbandingan ukuran badan manusia, dari pertumbuhan yang kurang
proporsional pada awal terbentuknya manusia (kehidupan sebelum lahir atau
prenatal) samapi dengan proporsi yang ideal dimasa dewasa.
Pertumbuhan fisik, baik secara langsung maupun tidak
langsung akan mempengaruhi prilaku anak sehari-hari. Secara langsung
pertumbuhan fisik seorang anak akan menentukan keterampilan anak dalam
bergerak. Secara tidak langsung, pertumbuhan dan perkembangan fungsi fisik akan
memepengaruhi bagaimana anak itu memandang dirinya sendiri dan bagaimana ia
memandang orang lain.
b. Kecerdasan
(Intelek)
Intelek
merupakan kata lain pikir ,berkembang sejalan dengan pertumbuhan syarat otak.
Karena piker pada dasarnya menunjukkan fungsi otak, maka kemampuan intelektual
yang lazim disebut dengan istilah lain kemampuan berpikir, dipengaruhi oleh
kematangan otak yang mampu menunjukkan fungsinya secara baik.
Adapun
tahap-tahap perkembangan kognitif menurut Piaget yaitu sebagai berikut :
a.
Tahap pertama : Masa sensori motor (0.00-2.50 th)
Yaitu
masa ketika bayi mempergunaan system penginderaan dan aktivitas motorik untuk
mengenal lingkungannya.
b.
Tahap Kedua : Masa pra-operasional (2.00-7.00 th)
Ciri
khas masa ini adalah kemampuan anak menggunakan symbol yang mewakili sesuatu
yang tidak ada.
c.
Tahap ketiga : Msa konkrit – operasional (7.00-11.00 th)
Anak
mulai mengembangkan tiga macam opersi berpikir, yaitu :
a). Identifikasi : mengenali sesuatu;
b). Negasi : mengingkari
sesuatu;
c). Reprokasi : mencari hubungan timbale balik antara beberapa hal.
d. Tahap keempat : masa operasional (11.00-dewasa)
Pada
tahap ini seseorang bis memperkirakan apa yang mungkin terjadi ia dapat
menngambil kesimpulan dari suatu pernyataan yang telah di tentukan.
c.
Temperamen (Emosi)
Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus
dimiliki oleh manusia. Dalam hidupnya atau dalam proses pertumbuhan dan
perkembangan manusia, banyak hal yang dibutuhkannya. Kebutuhan setiap orang
dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu kebutuhan jasmani dan
kebutuhan rohani.Kebutuhan-kebutuhan itu ada yang primer yang harus segera
dipenuhi kebutuhannya dan kebutuhan sekunder yang yang pemenuhannya dapat
ditangguhkan. Jika kebutuhan primer tidak segera dipenuhi maka seseorang akan
merasa kecewa dan sebaliknya.
Temperamen adalah gaya/perilaku karakteristik individu dalam
merespons.Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai temperamen
bayi.Sebagian bayi sangat aktif menggerak-gerakkan tangan, kaki dan mulutnya
dengan keras, sebagian lagi lebih tenang, sebagian anak menjelajahi
lingkungannya dengan giat pada waktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian.
Sebagian bayi merespons orang lain dengan hangat, sebagian lagi pasif dan acuh
tidak acuh. Gaya-gaya perilaku tersebut di atas menunjukan temperamen
seseorang.
Menurut
Thomas & Chess (1991) ada tiga tipe dasar temperamen yaitu mudah, sulit,
dan lambat untuk dibangkitkan.
1.
Anak yang mudah umumnya mempunyai suasana hati yang positif dan dapat dengan
cepat membentuk kebiasaan yang teratur, serta dengan mudah pula menyelesaikan
diri dengan pengalaman baru.
2.
Anak yang sulit cenderung untuk beraksi secara negatif serta sering menangis
dan lambat untuk menerima pengalaman-pengalaman baru.
3.
Anak yang lambat untuk dibangkitkan mempunyai tingkat kegiatan yang rendah,
kadang-kadang negatif, dan penyesuaian diri yang rendah dengan lingkungan atau
pengalaman baru.
Chess dan Thomas berpendapat bahwa temperamen adalah
karakteristik bayi yang baru lahir dan akan dibentuk dan dimodifikasi oleh
pengalaman-pengalaman anak pada masa-masa berikutnya. Para peneliti menemukan
bahwa indeks pengaruh lingkungan terhadap temperamen sebesar 50% sampai 60% itu
menunjukan lemahnya pengarus tersebut.Kekuatan pengaruh ini biasanya menurun
saat anak itu tumbuh menjadi lebih besar.Menetap atau konsisten tidaknya temperamen
bergantung kepada “kesesuaian” hubungan antara anak dengan orang tuanya.Orang
tua mempengaruhi anak, tetapi anakpun mempengaruhi orang tua.Orang tua dapat
menjauh dari anaknya yang sulit, atau mereka dapat menegur dan menghukumnya.
Hal ini akan menjadikan anak yang sulit, menjadi lebih sulit lagi. Orang tua
yang luwes dapat memberi pengaruh yang menyenangkan terhadap anak yang sulit
atau akan tetap menunjukan kasih sayang walau anak menjauh atau berkeras
kepala. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa keturunan dapat mempengaruhi
temperamen.Tingkat pengaruh ini bergantung pada respons orang tua terhadap
anak-anaknya dengan pengalaman-pengalaman masa kecil yang ditemui dalam
lingkungan.
d. Sosial
Sejalan dengnan pertumbuhan badannya, bayi yang telah
menjadi anak dan seterusnya dan menjadi dewasa akan mengenal lingkungan yang
luas dan mengenal banyak manusia. Perkenalan dengan orang lain dimulai dengan
mengenal ibunya, kemudian mengenal ayahnya dan saudara-saudaranya dan akhirnya
mengenal manusia di luar keluarganya. Selanjutnya manusia yang dikenalnya
semakin banyak dan amat heterogen, namun pada umumnya setiap anak akan lebih
tertarik pada teman sebayanya. Anak membentuk kelompok sebaya sebagai dunianya,
memahami dunia anak, dan kemudian dunia pergaulan yang lebih luas.Akhirnya
manusia mengenal kehidupan bersama, kemudian bermasyarakat atau berkehidupan
sosial.Dalam perkembangannya setiap manusia pada akhirnya mengetahui bahwa
manusia itu saling membantu dan dibantu, memberi dan diberi.
e. Bahasa
Fungsi bahasa adalah untuk komunikasi.Setiap orang
senantiasa berkomunikasi dengan dunia sekitarnya, dengan orang-orang
disekitarnya. Pengertian bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan tanda,
gerak dan suara untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain. Bicara adalah
bahasa suara, bahasa lisan.
f.
Bakat Khusus
Bakat merupakan kemampuan
tertentu atau khusus yang dimiliki oleh seorang individu yang hanya dengan
rangsangan atau sedikit latihan, kemampuan itu dapat berkembang dengan baik. Di
dalam definisi bakat yang dikemukakan Guilford (Sumadi: 1984), bakat mencakup
tiga dimensi yaitu: dimensi perseptual, dimensi psikomotor dan dimensi
intelektual.
Seseorang yang emilki bakat akan lebih cepat dapat diamati,
sebab kemampuan yang dimiliki akan berkembang dengan pesat dan menonjol.
Bakat khusus merupakan salah satu kemampuan untuk bidang tertentu seperti dalam
bidang seni, olah raga ataupun keterampilan.
g. Sikap, Nilai
dan Moral
Bloom (Woolfolk dan Nicolich, 1984: 390) mengemukakan bahwa
tujuan akhir dari proses belajar kelompok menjadi tiga sasaran, yaitu
penguasaaan pengetahuan (kognitif), penguasaaan nilai dan sikap (afektif) dan
penguasaan psikomorik.
Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikis manusia,
manusia mulai dikenalkan terhadap nilai-nilai, ditunjukkan hal-hal yang boleh
dan hal-hal yang tidak boleh, yang harus dilakukan dan yang dilarang.
Menurut Piaget, pada awal pengenalan nilai dan prilaku seta tindakan iti masih
bersifat “paksaan”. Akan tetapi sejalan dengan perkembangan inteleknya
berangsur-angsur manusia mulai berbagai ketentuan yang berlaku di dalam
keluarga dan semakin lama semakin luas sampai dengan ketentuan yang
berlaku di dalam masyarakat dan Negara.
h. Interaksi
keturunan dan lingkungan dalam perkembangan
Keturunan dan lingkungan berjalan bersama atau bekerja sama
dan menghasilkan individu dengan kecerdasan, tempramen tinggi dan berat badan,
minat yang khas. Karena pengaruh lingkungan bergantung pada karakteristik
genetik, maka dapat dikatakan bahwa antara keduanya terdapat interksi.
Pengaruh genetik terhadap kecerdasan terjadi pada awal
perkembangan anak dan berlanjut terus sampai dewasa. Kita ketahui pula bahwa
dengan dibesarkan pada keluarga yang sama dapat terjadi perbedaan kecerdasan
secara individual dengan variasi yang kecil pada kepribadian dan minat.
Salah satu alasan terjadinya hal itu ialah mungkin karena keluarga mempunyai
penekanan yang sama kepada anak-anaknya berkenaan dengan perkembangan
kecerdasan yaitu dengan mendorong anak mencapai tingkat tertinggi.
Contoh lain pubertas dan menopause bukanlah semata-mata
hasil lingkungan. Walaupun pubertas dan menopause dapat dipengaruhi oleh
faktor-faktor lingkungan seperti nutrisi, beragam obat-obatan dan kesehatan,
evolusi dasar dan program genetik.Pengaruh keturunan pada pubertas dan
menopause tidak diabaikan.
C. Perbedaan Individu Peserta Didik
Makna
“perbedaan” dan “perbedaan individual” menurut Lindgren (1980) menyangkut
variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis.
Dari
pembahasan yang berhubungan dengan individu terdapat dua fakta yang
menonjol yaitu :
- Semua dari manusia mempunyai kesamaan dalam pola perkembangannya.
- Warisan manusia secara biologis dan sosial tiap-tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda.
Garry 1963
dalam buku Perkembangan Peserta Didik karya Sunarto dan B. Agung Hartono
mengategorikan perbedaan individual ke dalam bidang-bidang berikut:
- Perbedaan fisik, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, dan kemampuan bertindak.
- Perbedaan sosial termasuk status ekonomi, agama, hubungan keluarga, dan suku.
- Perbedaan kepribadian termasuk watak, motif, minat, dan sikap.
- Perbedaan inteligensi dan kemampuan dasar.
- Perbedaan kecakapan atau kepandaian di sekolah.
Jenis
perbedaan lainnya meliputi :
1.Perbedaan
kognitif
Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu
pengetahuan dan tehnologi.Setiap orang memiliki persepsi tentang hasil
pengamatan atau penyerapan atas suatu obyek. Berarti ia menguasai segala
sesuatu yang diketahui, dalam arti pada dirinya terbentuk suatu persepsi, dan
pengetahuan itu diorganisasikan secara sistematik untuk menjadi miliknya
2.Perbedaan kecakapan
bahasa
Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam
kehidupan.Kemampuan tiap individu dalam berbahasa berbeda-beda.Kemampuan
berbahasa merupakan kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam
bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis dan sistematis.
Kemampuan berbahasa sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan dan faktor
lingkungan serta faktor fisik (organ bicara)
3.Perbedaan
kecakapan motorik
Kecakapan motorik atau kemampuan psiko-motorik merupakan kemampuan untuk
melakukan koordinasi gerakan syarat motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat
untuk melakukan kegiatan.
4.Perbedaan Latar
Belakang
Perbedaaan latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat memperlancar
atau menghambat prestasinya, terlepas dari potensi individu untuk menguasai
bahan
5
.Perbedaan bakat
Bakat merupakan kemampuan khusus yang dibawa sejak lahir. Kemampuan tersebut
akan berkembang dengan baik apabila mendapatkan rangsangan dan pemupukan secara
tepat sebaliknya bakat tidak berkembang sama, manakala lingkungan tidak memberi
kesempatan untuk berkembang, dalam arti tidak ada rangsangan dan pemupukan yang
menyentuhnya.
6.Perbedaan
kesiapan belajar
Perbedaan latar belakang, yang meliputi perbedaan sisio-ekonomi sosio cultural,
amat penting artinya bagi perkembangan anak. Akibatnya anak-anak pada umur yang
sama tidak selalu berada pada tingkat kesiapan yang sama dalam menerima
pengaruh dari luar yang lebih luas.
D. Faktor-faktor
yang Berpengaruh pada Perkembangan Peserta Didik
1.
Faktor Internal
a. Kondisi Fisik
Faktor fisik merupakan faktor bilogis individu yang
merujuk pada faktor genetik yang diturunkan oleh kedua orangtuanya. Pada masa
pembentukan sel-sel tubuh, banyak faktor yang dapat mempengaruhi kondisi janin
disamping keunikan yang telah ada pada kedua orangtuanya.
b. Kondisi Psikis
Kondisi fisik dan psikis inidvidu sangat berkaitan. Ranah
perkembangan individu menyangkut aspek fisik, intelektual yaitu kognitif dan
bahasa, emosi dan sosial moral. Kondisi fisik yang yang tidak sempurna atau
cacat juga berkaitan dengan persepsi individu terhadap kemampuan dirinya.
Begitupun ketidakmampuan intelektual dapat disebabkan karena kerusakan sistem
syaraf, kerusakan otak atau mengalami retardasi mental.
2. Faktor Eksternal
a. Lingkungan Fisik
Lingkungan ini mencakup kondisi keamanan, cuaca, keadaan geografis,
senitasi atau kebersihan lingkungan, serta keadaan rumah yang meliputi
ventilasi, cahaya dan kepadatan hunian. Semua kondisi ini sangat mempengaruhi
bagaimana individu dapat menjalankan proses kehidupannya.
b. Lingkungan Non Fisik
Faktor non fisik meliputi berbagai macam komponen, yaitu keluarga,
pendidikan dan masyarakat. Beberapa faktor yang berkenaan dengan faktor non
fisik seperti stimulasi motivasi dalam mempelajari sesuatu, pola asuh, serta
kasih sayang dari orangtua.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang ada pada bab sebelumnya maka
dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses
pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang
sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses
transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah ) yang
herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan
berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan
struktur biologis.
Perkembangan sejalan dengan prinsip orthogenetis, berlangsung dari keadaan
global dan kurang berdeferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi,
artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan antara lain:
pertumbuhan fisik, kecerdasan, temperamen (emosi), sosial, bahasa, bakat
khusus, sikap nilai dan moral, interaksi keturunan dan lingkungan dalam
perkembangan.
Fase-fase pertumbuhan dan perkembangan yang dialami manusia antara lain: fase
pra natal, fase bayi, fase kanak-kanak awal, fase kanak-kanak tengah dan akhir,
fase remaja, fase awal dewasa, fase pertengahan dewasa, fase akhir dewasa.
B. Saran
Makalah
kami ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu kritik dan saran yang
membangun sangat kami harapkan dari para pembaca sekalian demi tercapainya
kesempurnaan dari makalah kami ini kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Mohammad,Mohammad Asrori.2012.Psikologi Remaja.Jakarta:PT.Bumi
Aksara.
Fatimah Enung.2010.Psikologi Perkembangan (Perkembangan
Peserta Didik).Bandung:CV.Pustaka Setia.
Hurlock, Elisabeth B. 1991. Psikologi
Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Terjemahan oleh
Istiwidayanti, dkk. Jakarta: Penerbit Erlangga.
L. Zulkifli. 2000. Psikologi Perkembangan. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Mappiare. A. 1982. Psikologi Remaja.
Surabaya : Usaha Nasional.
Monks, FJ, dkk. 1984. Psikologi
Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: UGM Press.
Rochman Natawidjaja.1979. Psikologi Pendidikan.
Jakarta :CV Mutiara.
Santrock, J. W. 2003. Adolescence: Perkembangan
Remaja. Alih Bahasa: Shinto D. Adelar & Sherly Saragih. Jakarta:
Erlangga.
Singgih D.Gunarsa dan Ny. Singgih D.G.
1990. Psikologi
Remaja.
Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar